Info Teluk Kepayang – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi mencabut status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan ini diambil setelah kondisi cuaca berangsur membaik dan intensitas kebakaran hutan mulai menurun signifikan.
Dengan dicabutnya status siaga, sejumlah peralatan khusus, termasuk helikopter water bombing yang sebelumnya disiagakan di beberapa titik rawan, kini ditarik kembali ke pusat.
Kondisi Karhutla Mulai Terkendali
Kepala BPBD Kalsel menyatakan, pencabutan status siaga dilakukan setelah evaluasi menunjukkan penurunan jumlah titik api dalam beberapa pekan terakhir. Curah hujan yang meningkat di sebagian wilayah Kalsel turut membantu meredakan potensi kebakaran.
“Data terakhir menunjukkan titik api sudah berkurang drastis. Dengan kondisi ini, status siaga resmi dicabut,” ujarnya.
Penarikan Helikopter Water Bombing
Selama masa siaga karhutla, pemerintah pusat mengerahkan beberapa helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api di daerah yang sulit dijangkau darat. Dengan situasi yang semakin terkendali, armada tersebut kini ditarik.
“Helikopter yang sebelumnya digunakan untuk water bombing akan kembali ke pangkalan. Namun, jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran, koordinasi tetap berjalan dan bantuan bisa segera diturunkan,” tambahnya.

Apresiasi untuk Petugas di Lapangan
Pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga relawan masyarakat.
“Kerja sama lintas sektor terbukti efektif dalam mengendalikan karhutla. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi semua pihak,” kata Gubernur Kalsel.
Warga Diminta Tetap Waspada
Meski status siaga sudah dicabut, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Pasalnya, ancaman karhutla bisa muncul kembali jika terjadi perubahan cuaca ekstrem.
“Kita minta warga tetap berhati-hati, jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat merugikan,” tegas pejabat BPBD.
Evaluasi dan Langkah Ke Depan
Pemerintah Provinsi Kalsel berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait strategi penanganan karhutla. Diharapkan, ke depan mitigasi bisa lebih cepat, terutama dengan penguatan peralatan dan kesiapan tim di lapangan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan agar kesadaran menjaga lingkungan semakin meningkat.
















