Teluk Kepayang – Upaya meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan jiwa terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru bersama lintas sektor. Salah satunya melalui pelatihan kader kesehatan jiwa yang digelar di Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, pada Selasa
Dorong Kader Jadi Garda Terdepan
Pelatihan ini diikuti puluhan kader kesehatan, perwakilan RT/RW, serta tokoh masyarakat. Mereka mendapatkan pembekalan terkait cara mendeteksi dini masalah kesehatan jiwa, memberikan pendampingan awal, hingga mengarahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan profesional di puskesmas maupun rumah sakit.
“Kader kesehatan jiwa memiliki peran penting sebagai garda terdepan di masyarakat. Mereka bisa membantu menemukan gejala gangguan jiwa lebih awal agar tidak terlambat ditangani,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru dalam sambutannya.
Materi dari Tenaga Profesional
Selama pelatihan, peserta dibimbing oleh psikolog, perawat jiwa, dan dokter dari Puskesmas Guntung Paikat. Materi yang diberikan antara lain mengenai stres dan cara mengelolanya, tanda-tanda depresi dan kecemasan, hingga teknik komunikasi yang ramah terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Selain teori, peserta juga diajak untuk melakukan simulasi kasus. Misalnya bagaimana menghadapi warga yang mengalami gejala psikotik, cara memberi pertolongan pertama psikologis, dan kapan harus segera merujuk ke fasilitas kesehatan.
Kampung Pelangi sebagai Pilot Project
Kampung Pelangi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar sebagai kampung binaan kesehatan jiwa. Dengan adanya kader-kader terlatih, diharapkan lingkungan sosial di wilayah ini lebih peduli dan ramah terhadap penderita gangguan jiwa maupun keluarganya.
“Banyak keluarga yang masih bingung menghadapi anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Melalui kader, mereka bisa mendapat pendampingan dan informasi yang benar,” kata salah satu fasilitator pelatihan.

Harapan untuk Mengurangi Stigma
Tak hanya fokus pada penanganan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya mengurangi stigma terhadap ODGJ. Kader diajak menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan yang inklusif dan penuh dukungan sosial.
“Salah satu masalah terbesar masih adanya stigma. ODGJ sering dianggap aib, padahal mereka bisa pulih dan produktif jika didukung. Kader kesehatan jiwa harus jadi contoh dalam mengubah cara pandang masyarakat,” tutur Ketua PKK Kelurahan Guntung Paikat.
Komitmen Lintas Sektor
Program pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama antara pemerintah kota, puskesmas, dan komunitas lokal. Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas ke kelurahan lain agar Banjarbaru memiliki sistem deteksi dini kesehatan jiwa yang lebih kuat.
“Ini adalah langkah awal. Kami ingin setiap kelurahan memiliki kader-kader kesehatan jiwa. Dengan begitu, kita bisa menekan angka gangguan jiwa berat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar perwakilan Dinkes Banjarbaru.
Antusiasme Peserta
Para kader mengaku antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka merasa mendapat pengetahuan baru sekaligus keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Kami jadi lebih paham bagaimana cara mendekati warga yang sedang tertekan atau mengalami gangguan. Semoga ke depan masyarakat lebih terbuka membicarakan masalah kesehatan jiwa,” kata Siti, salah satu peserta.
Pelatihan kader kesehatan jiwa di Kampung Pelangi Guntung Paikat ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya jaringan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan peran aktif masyarakat, persoalan kesehatan jiwa tidak lagi menjadi isu yang terabaikan, melainkan bagian penting dari pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
















