Info Teluk Kepayang – Polemik keterlambatan pembayaran hak pegawai di lingkungan MBG akhirnya mendapat respons dari manajemen. Banyak pegawai sebelumnya mengeluhkan bahwa janji pembayaran tunjangan dan penyesuaian upah belum terealisasi sesuai waktu yang dijanjikan. Kini, pihak BGN selaku perusahaan yang menaungi MBG memastikan akan melakukan pembayaran rapel dalam waktu dekat.
Keluhan Pegawai Mulai Disuarakan
Sejumlah pegawai MBG mengungkapkan bahwa mereka telah menunggu pencairan hak dan penyesuaian gaji yang dijanjikan sejak beberapa bulan terakhir. Keterlambatan tersebut membuat sebagian karyawan merasa keberatan, terlebih saat kebutuhan ekonomi semakin meningkat.
“Kami hanya berharap hak kami dibayarkan sesuai kesepakatan. Sudah beberapa kali dijanjikan, tapi belum ada realisasinya,” keluh salah satu pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Pegawai lainnya menambahkan bahwa keterlambatan penyaluran hak membuat moral kerja menurun dan menimbulkan tanda tanya mengenai transparansi manajemen.
BGN Akui Keterlambatan, Janji Beri Rapel
Menanggapi keluhan tersebut, pihak BGN akhirnya memberikan keterangan resmi. Mereka mengakui adanya keterlambatan pembayaran hak pegawai dan menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh proses internal yang membutuhkan penyesuaian administrasi serta perhitungan ulang besaran pembayaran.
“Kami memahami keresahan pegawai. Karena itu, kami pastikan pembayaran rapel akan dilakukan dan hak pegawai akan diberikan penuh tanpa ada pemotongan,” ujar perwakilan BGN.
Manajemen juga menegaskan bahwa mereka tidak berniat menunda pembayaran secara sengaja, melainkan ingin memastikan seluruh data kepegawaian valid agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.

Baca juga: Polres Tabalong Mulai Operasi Zebra Intan, Targetkan Turunnya Angka Kecelakaan
Manajemen Janji Lebih Transparan
Sebagai langkah perbaikan, BGN menyampaikan komitmen untuk meningkatkan komunikasi dan transparansi kepada pegawai. Mereka mengaku akan menyampaikan informasi perkembangan pembayaran secara berkala agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami akan membuka ruang komunikasi agar pegawai bisa mengetahui proses yang sedang berjalan. Keterlambatan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” kata manajemen.
Pegawai Harap Realisasi Tepat Waktu
Meski telah mendengar janji pembayaran rapel, para pegawai berharap realisasi benar-benar sesuai jadwal dan tidak kembali tertunda. Mereka meminta manajemen lebih profesional dalam mengelola pembayaran hak karyawan.
“Kami menunggu bukti. Mudah-mudahan kali ini benar-benar dibayarkan, karena itu bukan bonus, tetapi hak kami,” ujar seorang pegawai.
Pengamat: Keterlambatan Hak Harus Dihindari
Seorang pengamat ketenagakerjaan di Sulbar menilai bahwa polemik seperti ini sering terjadi dalam perusahaan besar jika sistem administrasi dan komunikasi internal tidak berjalan baik.
“Rapel memang solusi, tetapi yang paling penting adalah kepastian dan profesionalisme. Karyawan perlu merasa aman bekerja tanpa khawatir hak mereka telat,” ujarnya.
BGN Diharapkan Segera Tuntaskan
Dengan adanya pernyataan resmi dari BGN, pegawai kini menunggu realisasi pembayaran dalam waktu dekat. Harapan besar tertumpu agar janji ini menjadi penyelesaian permanen dan hubungan manajemen–pegawai kembali harmonis.
















