Info Teluk Kepayang – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah platform digital terkait isu Menteri Keuangan tertipu oleh Bank Himbara adalah tidak benar alias hoaks. Kemenkeu meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya kabar menyesatkan yang berpotensi menimbulkan keresahan publik serta merusak kepercayaan terhadap institusi keuangan negara.
Klarifikasi Resmi Kementerian Keuangan
Melalui pernyataan resminya, Kemenkeu menyampaikan bahwa narasi yang menyebut Menteri Keuangan mengalami penipuan oleh bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sama sekali tidak berdasar. Informasi tersebut dipastikan tidak pernah terjadi dan tidak sesuai dengan fakta.
Kemenkeu menilai isu tersebut merupakan bentuk disinformasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan opini keliru di tengah masyarakat.
Bank Himbara Beroperasi Sesuai Regulasi
Kemenkeu juga menegaskan bahwa seluruh bank yang tergabung dalam Himbara menjalankan operasionalnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas terkait.
Hubungan kerja antara Kemenkeu dan bank-bank Himbara berjalan secara profesional dan transparan, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah di sektor keuangan dan perekonomian nasional.

Imbauan Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan pengecekan kebenaran informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Menurut Kemenkeu, penyebaran hoaks tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga dapat berdampak pada stabilitas kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.
Upaya Cegah Disinformasi di Ruang Digital
Kementerian Keuangan menyatakan terus berupaya aktif meluruskan informasi keliru yang beredar di ruang digital. Langkah klarifikasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keterbukaan informasi publik sekaligus melawan hoaks dan disinformasi.
Kemenkeu juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi.
Kepercayaan Publik Jadi Kunci Stabilitas Keuangan
Kemenkeu menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Oleh karena itu, informasi palsu yang berpotensi mengganggu kepercayaan tersebut harus segera diluruskan.
Pemerintah memastikan bahwa kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara tetap berjalan secara prudent, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat Diminta Akses Sumber Resmi
Sebagai penutup, Kemenkeu mengajak masyarakat untuk selalu merujuk pada kanal resmi pemerintah dalam memperoleh informasi terkait kebijakan dan isu keuangan negara. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kemenkeu menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya demi menjaga stabilitas serta kepercayaan publik.
















