Info Teluk Kepayang – Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 24 jam, rombongan jemaah 5 Rajab asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kedatangan jemaah ini disambut dengan rasa syukur dan haru, setelah melewati perjalanan panjang menggunakan kapal laut.
Kehadiran rombongan jemaah tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan keagamaan yang telah lama dinantikan, sekaligus menjadi momentum spiritual bagi para peserta.
Perjalanan Panjang Penuh Kesabaran
Rombongan jemaah bertolak dari Jawa Timur menggunakan kapal laut dan harus menempuh perjalanan selama satu hari penuh di tengah kondisi laut yang cukup menantang. Meski demikian, para jemaah tetap menjalani perjalanan dengan penuh kesabaran dan kebersamaan.
Sejumlah jemaah mengaku lelah, namun rasa letih tersebut terbayar ketika kapal akhirnya bersandar di Pelabuhan Trisakti.
“Capek pasti, tapi ini bagian dari perjuangan ibadah,” ungkap salah seorang jemaah.
Disambut Hangat di Pelabuhan Trisakti
Setibanya di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, rombongan jemaah disambut oleh panitia lokal dan perwakilan keluarga. Suasana haru tampak saat para jemaah turun dari kapal, sebagian langsung bersujud syukur setelah menginjakkan kaki di daratan.
Panitia juga memastikan proses penurunan penumpang berjalan tertib serta membantu para jemaah lansia dan anak-anak.
Makna Spiritual Peringatan 5 Rajab
Peringatan 5 Rajab merupakan salah satu tradisi keagamaan yang memiliki makna penting bagi umat Islam, khususnya bagi kalangan jamaah yang rutin mengikuti kegiatan ziarah dan pengajian. Momentum ini dimaknai sebagai ajang memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta meneladani nilai-nilai keteladanan ulama dan tokoh agama.
Bagi jemaah asal Nganjuk, perjalanan jauh ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dan bentuk kecintaan terhadap tradisi keagamaan.

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Jatuhi Oknum Bendahara Dinkes Sanksi Tegas
Kebersamaan Antarjemaah Selama Perjalanan
Selama berada di atas kapal, para jemaah mengisi waktu dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti doa bersama, pembacaan shalawat, dan tausiah singkat. Kebersamaan ini dinilai mampu menjaga semangat dan kekompakan jemaah meski berada dalam perjalanan panjang.
Para jemaah juga saling membantu, terutama kepada peserta yang berusia lanjut.
Kesiapan Panitia Lokal
Panitia penyelenggara di Banjarmasin menyatakan telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan jemaah, mulai dari transportasi lanjutan, konsumsi, hingga tempat istirahat sementara.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jemaah bisa mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman,” ujar salah satu panitia.
Antusiasme Warga Sekitar
Kedatangan rombongan jemaah 5 Rajab ini turut menarik perhatian warga sekitar pelabuhan. Beberapa warga tampak membantu memberikan arahan dan ikut menyambut rombongan dengan ramah.
Kehadiran jemaah dari luar daerah juga dinilai memberi dampak positif bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Jaga Kesehatan dan Keselamatan Jemaah
Panitia dan petugas pelabuhan juga mengimbau agar para jemaah tetap menjaga kesehatan dan keselamatan, mengingat perjalanan panjang yang telah ditempuh. Pemeriksaan kondisi fisik secara ringan dilakukan, terutama kepada jemaah lansia.
Langkah ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Harapan Jemaah
Para jemaah berharap kegiatan peringatan 5 Rajab yang akan mereka ikuti dapat berjalan khidmat dan membawa keberkahan. Mereka juga berharap perjalanan pulang nantinya dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
“Semoga semua niat baik ini diterima dan membawa manfaat,” ujar salah seorang jemaah.
Simbol Keteguhan dalam Beribadah
Perjalanan laut selama 24 jam ini menjadi simbol keteguhan dan keikhlasan dalam beribadah. Meski harus menempuh jarak jauh dan menghadapi keterbatasan, semangat para jemaah tidak surut demi mengikuti kegiatan keagamaan yang diyakini penuh makna.
Kedatangan jemaah 5 Rajab asal Nganjuk di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pun menjadi potret nyata semangat religius dan kebersamaan umat dalam menjaga tradisi keagamaan di Indonesia.
















