Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Frontal dan Blak-Blakan, Hasan Nasbi Kritik Gaya Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

cek disini

Info Teluk Kepayang – Pendiri sekaligus CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, melontarkan kritik tajam terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam pernyataannya yang viral di media sosial, Hasan menilai gaya komunikasi dan kebijakan Purbaya terlalu “arogan dan tidak membumi” bagi publik.

Kritik tersebut disampaikan Hasan dalam sebuah diskusi ekonomi politik nasional di Jakarta, Selasa (29/10/2025). Ia menilai bahwa Purbaya kerap menampilkan gaya bicara yang “mengecilkan kritik publik” dan kurang empatik terhadap persoalan rakyat kecil.

Kritik soal Gaya Komunikasi

Hasan menyebut, dalam beberapa kesempatan, Purbaya terlihat lebih sering “menegur balik” masyarakat yang mempertanyakan kebijakan fiskal pemerintah, ketimbang menjelaskan duduk persoalan secara transparan.

“Menjadi menteri keuangan itu bukan hanya soal kemampuan makroekonomi, tapi juga soal komunikasi publik. Ketika rakyat gelisah soal harga bahan pokok, mereka butuh penjelasan, bukan debat,” ujar Hasan dalam forum tersebut.

Menurutnya, gaya komunikasi Purbaya bisa menimbulkan jarak psikologis antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa komunikasi publik adalah elemen vital dalam menjaga kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi.

“Publik tidak butuh gaya sok tahu, mereka butuh pemimpin yang bisa mendengar,” tambahnya.

Sorotan terhadap Kebijakan Fiskal

Selain gaya komunikasi, Hasan juga menyoroti kebijakan fiskal yang dinilai kurang berpihak pada sektor riil dan masyarakat bawah. Ia menilai sejumlah kebijakan pajak dan subsidi masih belum diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat.

“Kita masih melihat kesenjangan yang besar antara strategi makro dan kondisi mikro. Subsidi berkurang, tapi harga-harga naik. Pajak meningkat, tapi pertumbuhan UMKM stagnan. Ini paradoks,” tegasnya.

Hasan juga menyinggung cara pemerintah mengelola utang negara yang dianggap kurang hati-hati. Ia menilai meskipun rasio utang masih dalam batas aman, tetapi pola penggunaannya belum sepenuhnya produktif.

“Kalau utang digunakan hanya untuk menambal APBN, bukan investasi produktif, maka kita hanya menunda masalah, bukan menyelesaikannya,” kata dia.

Hasan Nasbi
Hasan Nasbi

Baca juga: Optimalkan Distribusi, Pemkab Batola Gandeng Koperasi dan PT Pupuk Indonesia

Reaksi dan Respons Publik

Kritik Hasan Nasbi tersebut langsung menuai reaksi luas di media sosial. Banyak warganet yang mendukung pandangannya, menganggap kritik itu sebagai bentuk kepedulian terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Namun, ada pula yang menilai gaya Hasan terlalu keras dan cenderung personal.

Sementara itu, pihak Kementerian Keuangan belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Hasan tersebut. Namun, beberapa ekonom menilai kritik itu wajar dan perlu dijadikan bahan introspeksi.

“Dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti, pemerintah memang perlu menjaga sensitivitas sosial dalam setiap kebijakannya,” ujar ekonom Universitas Indonesia, Faisal Bahri.

Hasan Nasbi: Kritik untuk Perbaikan

Menutup pernyataannya, Hasan menegaskan bahwa kritiknya tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai masukan agar Menkeu lebih terbuka terhadap aspirasi publik.

“Saya bicara frontal bukan karena benci, tapi karena sayang pada negeri ini. Kita butuh pemimpin ekonomi yang tidak hanya pandai berhitung, tapi juga pandai berempati,” pungkas Hasan.

Ia berharap gaya kepemimpinan dan kebijakan ekonomi pemerintah ke depan bisa lebih menyeimbangkan antara kalkulasi angka dan rasa keadilan sosial.

Dengan kritik yang tajam namun argumentatif ini, Hasan Nasbi kembali menunjukkan dirinya sebagai salah satu analis politik-ekonomi yang tidak segan berbicara blak-blakan demi kepentingan publik.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *